SAYAP PATAH

By. Iftah

Namaku Iftahlana Nur Latifah, biasa di panggil Iftah, Lana dan Ana. Semua teman kecil, tetangga dan keluarga memangil ku Lana. Numun, kadang adek sepupuhku memanggil ku Mba ana. Jadi Lana dan Ana namakecilku.  Teman SMP sampai rekan kerja memanggilku Iftah. Aku adalah salah satu anak paling beruntung lahir di sebuah keluarga besar sayang sangat menyangangiku penuh dengan cinta. 

Keluarga besar termasuk salah satu orang yang paling dihormati di tempat tinggalku. Nenekku dalam hal ini yang berasal dari ibuku merupakan salah satu orang yang di hormati di desaku. Masa kecilku indah, bahkan sempurna menurut versiku hehehehh. Aku adalah cucu perempuan pertama di keluarga ibu. 

aku dan saudra sepupuhku yang lainya dari keluarga ibu berjumlah 7. singkat cerita nenekku memiliki 7 cucu, 4 perempuan dan 3 laki-laki. Singkat cerita semua berubah, bagikan dunia berputar. Tapi emang benar dunia berputar. keluargaku jadi tidak terlalu dihormati seperti dulu waktu ada nenek. 

Nenek tercinta meninggal di tahun 2013, masa putih abu-abu ku ketika aku masuk SMA. Seketika berbeda, tak seperti dulu. Namun, aku dan keluarga mencoba untuk rerus bangkit tanpa memerdulikan itu semua.  Sampai berjalannya waktu ibu ku  tercinta di vonis sakit diabetes ketika aku SMA kelas 3. Kesehatan ibu muakai sering menurun, setiap bulan harus kontrol. Dan jika sampai terlewat bisa sampai tinggi DM nya bisa dirawwt di RS. 

Keluar masuk sudah biasa, 2016 masa dimna ibu menjalani operasi, dn itu membuatku harus berubah sikap. Dari Mulai Si manja menjadi superwomen . Bagi ku ibu dan bapak adala sayap -sayap ku yang membuatku terbang tinggi . Semangat terbait untuk meraih cita-cita. 

Hingga aku melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah, agar bisa setiap bulan antar ibu kontrol. Ibu adalah sayap kiri dan bapak adalah sayap kanan. Ibu sangat menyayangiku dan mencintaiku ditunjukan dengan kelembutan. Berbeda dengan ibu, bapak menunjukkan kasih sayang dan tanggung jawabnya dengan tegas, galak (sebernarnya lebih sering beda pendapat saja sih. ) heheh tapi itu karena demi kebaikanku. 

Sayap ku patah, sayap kiriku patah di tahun 2020 masa dimana aku sedang berjuang di semster akhir .... pejuang skripsi geas... huhuhu. Terpukul, sakit, sedih sekali tak ada lagi pendegar yang baik untuku saat itu. Kepergian ibu membuat luka yang dalam juga untuk bapak. Semangay hidup baak menurut, bapak sering melamun, menangis di solatnya. Menantap kosong di duduk santainya. 

Saskit rasanya sayap kanku, padahal sayap kiri sudah patah. Karena kesedian yang mendalam membuat bapak jatuh sakit di 2021. lagi dan lagi sayao ku patah, tidak memilliki sayao lagi. bapak , suoer hero ku oun pergi. 2021 di usia ku ke 24 th. aku harus kuat dan tegar dengan yatim piatu. ibu dan bapak sayap ku telah patah.  Ku coba untuk bangkit dan kuat percaya allah lebih sayang sama ibu dan bapak. Mereka tidak merasakan sakit lagi, namun mereka sudah tenag di sina. aamiin.

Hingga allah mengunji ku lagi 2022 harus kehilangan kakek ku lagi, hal yang paling memuatku terluka harus kehilangan 3 ornag yang kucintai dlam waktu dekat berjarak satu th berturut-turut. 

Namun, aku percaya allah punya rencana lain untukku. Allah akan mengangti setiap kehilangan dengan yang baru lebih baik lagi. walau sayap ku lebih indah dari apapun. Namun, semoga allah hadirkan kebahagian yang aku impikan, yakni memiliki dan meraih mimpiku menjadi orang sukses, bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi. dan dipertemukan dengan jodoh terbaik. 

Jodoh dunia akhirat, laki-laki yang mencintai dan menyanyangiku karena allah, yang mampu mendidik, membimbing ku menuju jalan yang lebih baik dekat dengan allah dn rosululloh.  melihat cinta dan sayang bapak ke ibu. membuat ku berharap semoga akan ada laki-laki juga yang mencibtai dna menyanyangiku seperti bapak ke ibu. 


Komentar